Jumat, 01 Juli 2011

Piano Tua Yang Di Sulap Menjadi PC

Sebuah ide kreatif untuk menyembunyikan PC dari maling yaitu dengan mengubah sebuah piano tua menjadi sebuah PC




20 Jenis Ponsel Radiasi Tinggi dan Sebabkan Tumor Otak

20 Jenis Ponsel Radiasi Tinggi dan Sebabkan Tumor Otak



Lembaga peneliti di WHO, International Agency for Research on Cancer (IARC), mengeluarkan hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa menggunakan ponsel terlalu lama akan mengakibatkan terjadinya tumor otak jenis glioma. Demikian dilansir CNN
Radiasi ini diukur dalam satuan specific absorbed radiation atau SAR. Berikut 20 ponsel dengan tingkat radiasi tertinggi, urutan mulai dari yang terendah hingga tertinggi dalam kategori berbahaya jika digunakan secara berkala seperti ditulis Cnet.
1.Motorola i576
Tingkat SAR: 1.45
2.Kyocera X-tc
Tingkat SAR: 1.45
3.Kyocera Wild Card M1000
Tingkat SAR: 1.46
4.Motorola Atrix 4G
Tingkat SAR: 1.47
5.LG Chocolate Touch
Tingkat SAR: 1.47
6.HTC Desire
Tingkat SAR: 1.48
7.Motorola Droid 2
Tingkat SAR: 1.49
8.Motorola Droid
Tingkat SAR: 1.49
9.Sanyo Vero
Tingkat SAR: 1.49
10. LG Rumor 2
Tingkat SAR: 1.51
11. ZTE Salute
Tingkat SAR: 1.52
12. Motorola Grasp
Tingkat SAR: 1.51
13. Motorola Defy
Tingkat SAR: 1.52
14. Nokia Astound
Tingkat SAR:1.53
15.Motorola i335
Tingkat SAR: 1.53
16. Kyocera Jax S1300
Tingkat SAR: 1.55
17. Sony Ericsson Xperia X10 Mini Pro
Tingkat SAR: 1.55
18. Sony Ericsson Satio (Idou)
Tingkat SAR: 1.56
19. Motorola Droid 2 Global
Tingkat SAR: 1.58
20. Motorola Bravo
Tingkat SAR: 1.59





Sumber

Perempuan Cenderung Lebih Egois

Perempuan Cenderung Lebih Egois


Survei menunjukkan perempuan lebih egois dibandingkan laki-laki. Perempuan juga cenderung bicara buruk mengenai temannya kepada orang lain. Riset mengenai perilaku dan sikap egois ini melibatkan 2.000 perempuan dan laki-laki.
Riset digelar oleh organisasi kerelawanan di Inggris untuk memperingati Hari Kerelawanan.
Tujuh dari sepuluh responden mengakui mereka egois. Bahkan 50 persen responden mengaku konsisten menjalankan dua atau lebih aktivitas yang individualistis setiap harinya. Sebenarnya secara umum, perempuan dan laki-laki sama-sama egois. Namun, riset ini menunjukkan data yang lebih spesifik bahwa ternyata perempuan jauh lebih egois.
Fakta ini ditemui dalam berbagai perilaku harian. Perempuan cenderung tak menunjukkan kepeduliannya. Simpati perempuan terhadap orang lain rendah. Sekitar 43,2 persen perempuan cenderung tak bersimpati terhadap orang lain.
Sementara hanya 38,6 persen pria yang tak bersimpati dengan orang lain. Perempuan cenderung mengurungkan niatnya membukakan pintu untuk orang lain ketimbang pria. Hanya 19,3 persen pria yang tak membukakan pintu saat orang lain membutuhkan.
Sementara 20,2 persen perempuan cenderung tak peduli membukakan pintu. Hanya 27,3 persen pria yang enggan menolong perempuan paruh baya untuk membawa barang belanjaannya. Sementara itu, ada 32,1 persen perempuan tak tergerak menolong perempuan paruh baya tersebut.
Dalam hubungan berpasangan, perempuan juga cenderung egois. Riset ini menunjukkan bahwa 27,1 persen perempuan memilih DVD yang disukainya, tanpa memikirkan pasangannya suka atau tidak. Sementara itu, hanya 26,2 persen laki-laki yang melakukan hal serupa. Artinya, lebih banyak laki-laki yang mempertimbangkan perasaan atau pendapat pasangannya dalam memilih suatu barang.
Lebih dari setengah responden perempuan mengaku memasak makan malam yang diinginkannya. Sementara itu, hanya 45,9 persen laki-laki yang memasak makan malam sesuai keinginannya. Selebihnya, laki-laki memilih masakan makan malam dengan mempertimbangkan orang lain.
Soal makanan favorit, seperti cokelat, perempuan juga lebih egois. Perempuan mau berbagi cokelat, tetapi mengambil porsi lebih besar. Sebanyak 37,9 persen perempuan mengambil potongan cokelat lebih besar saat berbagi dengan orang lain. Sementara itu, hanya 30,1 persen pria yang melakukan hal serupa.
Bahkan dalam keluarga, perempuan juga cenderung sibuk dengan dirinya. Ada 50,1 persen perempuan yang lupa dengan hari ulang tahun anggota keluarganya, sedangkan lebih dari 50 persen laki-laki mengingat hari ulang tahun anggota keluarga mereka. Fakta lainnya, 42,6 persen perempuan cenderung tak menghubungi keluarga, sedangkan hanya 35,5 persen laki-laki yang tak berkomunikasi dengan keluarganya.

  Sumber: Kompas.com

Inilah Mobil Anti Macet seharga 1.8M

Mobil Anti Macet Terrafugia adalah sebuah prototype Mobil yang bisa berubah menjadi pesawat terbang. Dengan menggunakan mobil terbang ini dijamin kita akan lolos dari kemacetan lalulintas.

Terrafugia mampu terbang sejauh 724 Km dalam mode pesawat, dan sanggup dipacu hingga 185 Km/ Jam dalam mode mobil biasa.

Terrafugia disebut dengan Transition Roadable Aircraft, yang dilengkapi sayap yang dapat melipat secara otomatis dalam waktu 30 detik, hal seperti ini seperti mengadopsi buka tutup atap pada Mobil Convertible dalam waktu yang hampir sama.

Setelah sayap ini ditekuk, maka mobil anti macet ini akan berjalan normal layaknya kendaraan roda empat lain dan tetap muat jika diparkir di sebuah garasi mobil normal, sehingga Mobil ini sangat flexible untuk digunakan. Terrafugia dijual sekitar Rp. 1.8M.



















Sumber

Kondom Bukan Pelindung Tangguh Cegah HIV/AIDS

Kondom Bukan Pelindung Tangguh Cegah HIV/AIDS


Kondom bukan merupakan alat pelindung yang tangguh untuk mencegah penularan "human immunodeficiency virus" (HIV) dan "acquired immune deficiency syndrome" (AIDS).
Hal itu terbukti dengan masih meningkatnya sejumlah jumlah penderita virus mematikan itu, kata Misnaini, kepala Bidang Keluarga Berencana pada Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BKBP3A) Kota Dumai, Riau, Jumat.
    
Menurut dia, mengatakan, HIV/AIDS merupakan penyakit prilaku atau "life style".
"Untuk itu, mencegah penyebarannya tidak akan efektif jika hanya mengandalkan alat kontrasepsi jenis kondom. Upaya terbaik untuk mengatasi HIV/AIDS adalah penciptaan lingkungan yang sehat," kata dia, menerangkan.
Misnain menjelaskan, penggunaan kondom tidak menjamin seratus persen penggunanya aman dari penularan penyakit yang belum ada obatnya itu.
"Kondom hanya dapat mengurangi risiko penularannya, namun tidak menutup kemungkinan jika komdom juga dapat dibobol oleh virus mematikan itu," ujarnya.
Dari hasil penelitian, katanya, ternyata tingkat keamanan kondom hanya berkisar 70 sampai 74 persen.
    
"Bagi pengguna kondom, sebaiknya juga memilih-milih kondom yang akan digunakan untuk berhubungan. Hal ini penting, karena kondom juga memiliki masa ketahanan atau kadaluwarsa," ujarnya.
Berdasarkan data yang dirangkum BKBP3A Dumai, dari 200 ribu lebih jumlah penduduk Kota Dumai, 921 orang yang terdaftar sebagai pria lajang ternyata merupakan pengguna kondom sejati. Jumlah ini cenderung stabil dan tidak mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahun.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, H Marjoko Santoso, menjelaskan, kondom memang tidak menjamin seratus persen penggunanya untuk tidak terjangkit HIV/AIDS.
Kendati demikian, menurut dia, bukan berarti penggunaan kondom dalam berhubungan seksual tidak memberikan manfaat bagi penggunanya.
"Ibarat helm, pengendara juga tidak akan selamat seratus persen apabila terjadi kecelakaan. Namun setidaknya, dengan menggunakan helm, mengurangi resiko kecelakaan saat berkendara," katanya.
Komisi Perlindungan AIDS (KPA) Kota Dumai tahun ini menyebarkan sedikitnya 43 gerai (outlet) kondom di beberapa lokasi yang dinilai berisiko terhadap penularan penyakit mematikan HIV/AIDS.
Penyebaran outlet kondom dilakukan karena penderita HIV/AIDS di Dumai kian bertambah. Tahun ini, KPA mendeteksi sedikitnya terdapat 128 orang penderita di Dumai, di mana 38 di antaranya sudah memasuki status AIDS.
 Sumber: Sehat News